Presiden akan Buka SPBE Summit 2024 dan Luncurkan GovTech Indonesia

3 minutes reading
Friday, 24 May 2024 20:15 0 35 barisanmedia

Jakarta (Barisan Media) – Presiden RI Joko Widodo dijadwalkan membuka acara Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Summit 2024 serta meluncurkan Government Technology (GovTech) Indonesia pada Senin, 27 Mei 2024 di Istana Negara.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas menyatakan bahwa acara ini merupakan langkah strategis untuk mempercepat transformasi digital di tingkat pusat dan daerah.

Anas menjelaskan bahwa peluncuran GovTech Indonesia menjadi tonggak penting dalam mempercepat penerapan layanan publik terpadu berbasis digital.

GovTech akan bertugas mengintegrasikan layanan digital pemerintah yang selama ini tersebar di berbagai platform atau aplikasi.

“GovTech Indonesia bertugas melakukan standardisasi data dan integrasi sistem antar aplikasi SPBE Prioritas kementerian/lembaga ke dalam satu layanan terpadu berbasis digital,” kata Anas dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Mantan Bupati Banyuwangi ini menyatakan bahwa tim lintas kementerian/lembaga telah menciptakan sejarah baru. Untuk pertama kalinya, Indonesia akan memiliki layanan digital terpadu, salah satunya dengan interoperabilitas berbagai aplikasi layanan yang selama ini terpisah-pisah.

Pada tahap awal, GovTech akan mempercepat integrasi dan interoperabilitas sistem layanan digital utama di sembilan layanan prioritas, yaitu layanan kesehatan, layanan pendidikan, dan bantuan sosial.

Selain itu, terdapat juga identitas digital berbasis data kependudukan, layanan Satu Data Indonesia, transaksi keuangan, integrasi portal layanan, layanan aparatur negara, hingga SIM online dan izin keramaian.

Menurut Anas, integrasi ini akan memungkinkan publik untuk mengakses berbagai layanan pemerintah berbasis digital hanya melalui satu portal. Diharapkan hal ini dapat menciptakan pelayanan publik yang lebih efektif dan efisien.

“Selama ini, untuk mengakses layanan A, warga harus mengunduh aplikasi A dan mengisi serta mengunggah berbagai dokumen. Untuk mengakses layanan B, harus unduh aplikasi B dan unggah lagi berbagai dokumen. Semua proses berulang dan membuat warga kesulitan, padahal ada ribuan layanan dengan ribuan aplikasi. Arahan Presiden, semuanya harus ringkas. GovTech akan mengintegrasikan semuanya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Anas menyatakan bahwa di sejumlah negara maju, layanan digital terpadu telah dijalankan dengan baik, dari yang sebelumnya ribuan aplikasi menjadi satu sistem terintegrasi.

Dengan sistem single sign-on, warga tidak perlu mengunggah beragam dokumen berulang-ulang serta tidak perlu mengunduh ribuan aplikasi.

Sebagai informasi, acara ini akan dihadiri oleh para Menteri Kabinet Indonesia Maju, pimpinan instansi pusat, dan kepala daerah.

Kementerian PANRB sebagai Ketua Tim Koordinasi SPBE berkolaborasi dengan Kementerian BUMN, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, Kementerian Kominfo, Kementerian PPN/Bappenas, BSSN, BRIN, BPKP, Perum Peruri, dan berbagai kementerian/lembaga lain termasuk BUMN dalam pelaksanaan SPBE Summit dan penyiapan GovTech.

SPBE Summit 2024 merupakan agenda Kementerian PANRB yang bertujuan untuk mendorong perkembangan layanan digital di setiap instansi pemerintah. Terdapat juga pemberian apresiasi bagi instansi pemerintah yang berhasil mencapai nilai pemantauan dan evaluasi SPBE terbaik.

Adapun rangkaian acara pada SPBE Summit 2024 meliputi:

  1. Peluncuran jenama (brand) penyelenggara keterpaduan ekosistem layanan digital pemerintah Indonesia serta memperkenalkan rencana integrasi portal pelayanan publik dan portal administrasi pemerintahan.
  2. Penandatanganan komitmen pimpinan instansi Kementerian/Lembaga yang bertanggung jawab atas sembilan layanan SPBE prioritas.
  3. Sesi penghargaan anugerah “Digital Government Award” kepada instansi pusat dan pemerintah daerah dengan pencapaian SPBE terbaik pada enam kategori penerapan SPBE, yaitu Kementerian, Lembaga, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Kota, dan Peningkatan Penerapan SPBE.
LAINNYA